13 Pasangan Tak Resmi Terciduk ‘Ngamar’ di Hotel, Miras Ikut Disita Polisi

Foto : Salah satu pasangan tak resmi di razia polisi saat cipta kondisi, di Hotel Mira Inn Banjarmasin Tengah, Sabtu (23/2) malam.

BANJARMASIN – Sebanyak 13 pasangan bukan suami istri kedapatan ‘ngamar’ di bulan suci ramadhan, Sabtu (23/3) malam.

Belasan pasangan tersebut terjaring razia di sejumlah hotel melati di kawasan Banjarmasin Tengah, seperti Mira Inn dan Hotel Pelangi.

Bahkan salah satu remaja perempuan yang terjaring razia sempat menangis saat diamankan.

“Ada 13 pasangan tanpa surat nikah kedapatan berada di hotel-hotel melati,” kata Kapolsek Banjarmasin Tengah, Kompol Eka Saprianto didampingi Kasat Intelkam Polresta Banjarmasin, Kompol Chairuddin Hakim, usai patroli.

Tak hanya itu, pihaknya juga berhasil menyita beberapa dos miras yang kedapatan menjual di bulan puasa.

“Mereka sempat menjual ke masyarakat padahal sudah ada edaranya bahwa dilarang berdagang miras,” ucapnya.

Setelah terjaring razia, belasan pasangan tanpa surat nikah dan miras sitaan langsung diamankan ke Mapolsek Banjarmasin Tengah untuk ditindak lanjuti.

Patroli Skala Besar Polda Kalsel dan Polresta Banjarmasin Jaga Kekhusyukan Bulan Puasa

Sementara itu, razia skala besar cipta kondisi ini digelar Polresta Banjarmasin bersama Polda Kalsel untuk menjaga kekhusyukan masyarakat beribadah selama bulan suci ramadhan.

Foto : Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana Atmojo, saat memimpin apel patroli skala besar. (humas)

Hal itu ditegaskan langsung Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana Atmojo usai memimpin apel cipta kondisi.

“Ini gabungan selain dari Polresta Banjarmasin juga Polda Kalsel sekitar ada 400 personil yang turun,” jelasnya.

Bahkan sejumlah tempat yang dilarang beroperasi selama bulan puasa juga menjadi target razia.

“Semua sudah ada di edaran wali kota, termasuk THM, biliar apalagi yang jual alkohol kita akan lakukan penindakan,” tekanya.

“Semoga masyarakat bisa menjalankan ibadanya dengan tenang di bulan suci ramadhan,” sambunganya.

Pengawasan soal balap liar atau ‘begarakan’ sahur yang berlebihan juga menjadi atensi pihak kepolisian untuk menjaga kemanan dan ketertiban.