BANJARMASIN – Ribuan jamaah tumpah ruah memadati halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin, dalam gelaran Barito Putera Bersholawat 2025, yang digelar penuh khidmat bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Asegaf. Acara sakral ini bukan hanya menjadi ajang spiritual, namun juga menjadi momen penting peluncuran pemain PS Barito Putera untuk musim kompetisi 2025/2026.
Kegiatan ini turut dihadiri para habaib, unsur forkopimda, hingga para pemain Barito Putera yang tampil penuh semangat. Lantunan sholawat menggema menambah suasana religius dalam acara yang sudah menjadi tradisi tahunan klub kebanggaan Banua ini.
Dalam sambutannya, Owner PS Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman, mengingatkan kembali filosofi dan nilai-nilai luhur berdirinya klub yang dirintis almarhum ayahandanya, H. Abdussamad Sulaiman HB, bahkan saat sedang menghadapi operasi di rumah sakit.
“Nilai yang pertama adalah cinta, bagaimana tidak cinta. Dari cinta ini berdirilah klub sepak bola bernama Barito Putera, karena pada saat abah akan menghadapi operasi abah mendirikan Barito Putera di rumah sakit di Jakarta,” ungkap Hasnur haru.
Ia menambahkan, nilai kedua adalah keluarga, yang kemudian melahirkan nilai persatuan dan kesatuan. Nilai keempat adalah semangat, yang terwujud dalam semboyan Wasaka—semangat perjuangan tanpa henti, seperti saat klub ini menjadi semifinalis Galatama tahun 1994.
“Karena itu kita membawa semangat Wasaka, agar kita selalu berharap berjuang sampai akhir,” tegasnya.
Selanjutnya, Hasnur menekankan pentingnya Pride of Banua sebagai nilai kelima. Menurutnya, Barito Putera bukan sekadar tim sepak bola, tetapi alat pemersatu yang membawa kebanggaan dan kebahagiaan bagi masyarakat Kalimantan Selatan.
“Untuk itu saya memohon maaf sebesar-besarnya dan memohon doa. Memang kita harus bersabar terdegradasi ke liga 2, mudah-mudahan dari doa pian semua, tahun depan kita bisa kembali bermain di Liga 1, itulah nilai ke enam yakni istiqomah,” tutur Hasnur penuh harap.
Ia juga menyinggung nilai ketujuh yakni kesetiaan, yang tidak hanya hadir saat tim menang, tetapi juga saat berada dalam keterpurukan.
“Kami tak ingin hanya di dukung ketika menang, tapi ketika kami tak bisa memberikan kemenangan kami ditinggalkan,” bebernya.
Hasnur berharap, musim ini Barito Putera bisa kembali bermain di Stadion 17 Mei Banjarmasin, setelah beberapa musim bermain di luar Kalimantan Selatan sejak 2019.
Sebagai penutup, Hasnur menyampaikan keinginan almarhum ayahandanya untuk menjadikan klub ini sebagai wahana memberi kebaikan bagi Banua.
“Saya juga minta izin mendirikan majelis ta’lim yang bernama Nur Sulaiman, mudah-mudahan dengan bimbingan para habaib dan alim ulama, kami bisa menghidupkan semua tempat-tempat ibadah serta memberikan berkah kepada semua,” tandasnya.
Usai prosesi sholawat dan sambutan, dilaksanakan launching jersey baru dan pengenalan susunan pemain serta staf pelatih PS Barito Putera untuk musim kompetisi 2025/2026.
Susunan Skuad PS Barito Putera 2025/2026
Pelatih: Stefano Cugura
Asisten Pelatih: Kleber Dos Santos, Isnan Ali, Fransisco Tores
Kiper:
Muhammad Ridho, Nur Halid, Satria Tama, Danda Rama, Gale Trisna
Pemain Belakang:
Renan Alves, Bagas Kaffa, Novan Sasongko, Aditya Daffa, Yuswanto Aditya, Frendi Saputra, Alexandro Kamaru, Muhammad Iqbal
Pemain Tengah:
Bayu Pradana, Muhammad Hargianto, Reza Zuhro, Aimar Iskandar, Natanael Siringoringo, Abdul Aziz, Rizky Pora, Buyung Ismu, Lucas Morelatto, Ferdiansyah, Gian Zola, Lassana Doucoure, Murilo Mendes
Pemain Depan:
Beri Santoso, Bagus Kahfi, Wildan Ramdhani, Jamie Moreno