Hasnuryadi Apresiasi Bimtek Pengelolaan Wisata Berbasis Religi di Kalsel

Foto : Anggota Komisi X DPR RI, Hasnuryadi Sulaiman dalam Bimtek Pengelolaan Wisata Berbasis Religi di Kalsel. (istimewa)

BANJARMASIN – Program kemitraan dengan pengelola tempat wisata religi di Provinsi Kalimantan Selatan, digelar Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf).

Mengusung tema forum penguatan jejaring tata kelola Desa Wisata berbasis religi di Kalsel, kegiatan berlangsung di salah satu Hotel berbintang di Banjarmasin, Senin (18/3).

Anggota Komisi X DPR RI Hasnuryadi Sulaiman, menjelaskan Kalsel memiliki daya tarik khususnya dalam wisata religinya.

“Paling populer adalah desa wisata religi, pengunjung dapat merasakan kedamaian dan keindahan spiritual di tengah kesibukan kehidupan modern,” ucap Hasnur, usai membuka kegiatan tersebut.

Menurutnya, desa wisata religi merupakan tempat ideal bagi mereka yang ingin mendapatkan pengalaman unik dalam mempelajari budaya, tradisi, dan nilai nilai spiritual yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Pasalnya, masyarakat banua terkenal dengan sifat religiusnya. Mereka
tumbuh berbalut adat-istiadat kental akan spiritualitas dan membuat kebudayaannya syarat akan nilai Islami.

Kedepan hal itu nantinya menjadi daya tarik dan membuat banyak wisatawan ingin berkunjung ke berbagai obyek khususnya wisata religi yang ada di Kalsel.

“Seperti Makam Abah Guru Sekumpul yang dinyatakan sudah mendunia, apalagi saat gelar haul beliau, itu jutaan orang hadir,” ungkapnya.

Selain itu, ada juga makam Sultan Banjar pertama, yakni Sultan Suriansyah hingga masjid bersejarahnya. Makam Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari di Kabupaten Banjar, Makam Guru KH Ahmad Zuhdiannor, serta banyak lagi makan ulama-ulama lainnya yang tersebar di Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan.

Bahkan belum lama ini, Hasnur juga mengapresiasi atas nominasi Desa Wisata Religi Nasional kepada Kubah Basirih, Habib Hamid bin Abbas Bahasyim oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

“Selain itu, juga ada sebuah upacara budaya, Baayaun Maulid yang dilaksanakan bertepatan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW,” jelasnya.

Acara Baayun Maulid, lanjut Hasnur, diyakini masyarakat lokal sebagai wujud syukur atas pertumbuhan anak bayi yang bertepatan dengan acara Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

Kemudian, disisi lain untuk pengembangan pariwisata di daerah juga membutuhkan ekonomi kreatif sebagai bagian terpenting yang tidak terpisahkan di dalam pengembangan potensi wisata.

“Kepariwisataan dan ekonomi kreatif merupakan dua sisi yang tidak
terpisahkan antara satu dengan yang lain, karena kegiatan pariwisata selalu terkait dengan apa yang dapat di belanja di daerah wisatawan,” bebernya.

Oleh karena itu penyediaan karya sebagai produk khas daerah wisata sangat dibutuhkan untuk memperkuat pariwisata.

Komisi X DPR RI dari Fraksi Golkar juga menyampaikan bahwa ada lima pilar yang menjadi spirit dalam rangka upaya bersama meningkatkan kontribusi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terhadap ketahanan ekonomi nasional.

“Di antaranya produk ekonomi kreatif pemasaran, kemudian industri dan pengembangan sumber daya manusia, pengembangan destinasi pariwisata ekonomi kreatif,” imbuhnya.

Pengembangan produk dan jasa kreatif merupakan salah satu cara ekonomi kreatif dapat meningkatkan potensi daerah wisata.

Bahkan dengan adanya ekonomi kreatif, daerah wisata dapat mengembangkan produk-produk kreatif unik dan berbeda untuk memenuhi kebutuhan
wisatawan.

“Ini sangat penting bagaimana kita memperkuat para pelaku ekonomi kreatif supaya mendukung pariwisata di Kalsel,” ucapnya.

Di sisi lain, Implementasi pariwisata berkualitas berbasis ekonomi kreatif maupun pertumbuhan nilai ekonomi diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi nasional khususnya di Kalsel.

“Saya selaku Anggota DPR RI berkomitmen terus berkolaborasi dengan Kemenparekraf untuk menurunkan program strategis dalam rangka
penguatan sumber daya manusia demi mendukung pariwisata di Kalimantan Selatan,” tekannya.

Putera ke 4 mendiang tokoh Banua, H Abdussamad Sulaiman HB dannHj Nurhayati itu mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Kemenparekraf karena telah merancang dan mempersiapkan program Desa Wisata religi tersebut.

“Semoga melalui kegiatan ini, sejarah dan pengembangan desa wisata religi
yang tersimpan di masyarakat Kalsel bisa terus maju dan berkembang,” harapnya.

“Dari sini, ekonomi masyarakat juga tentunya bisa bergeliat dan terus meningkat, sehingga kedepannya akan banyak ekonomi kreatif yang lahir di banua kita tercinta ini,” tandasnya.

Sejumlah narasumber berkompeten juga diundang dalam kegiatan tersebut diantaranya Dinas Pariwisata Kalsel yang diwakili sekretarisnya Dr. Tanwiriah.

Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata (STIEPARI) Pranoto Hadi Prayitno dan Dr Mahmud Yusuf selaku Dewan Pakar Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAF).

(ALIV/ABADI)