Tingkatkan Kualitas Berdakwah, MUI Banjarmasin Beri Pelatihan dan Penguatan Kriteria dan Etika Da’i Muda

BANJARMASIN – Kota Banjarmasin yang dikenal religius, memiliki ratusan ustadz, ustadzah, da’i, da’iyah, yang memiliki peran besar dalam membimbing umat.

Untuk itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarmasin, terus berupaya menguatkan kriteria dan etika berdakwah khususnya bagi dai dan daiyah serta ustadz dan ustadzah muda.

“Kita menginginkan da’i dan da’iyah serta ustadz dan ustadzah muda mempelajari etika dan kriteria berdakwah yang benar, sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW,” ujar Ketua MUI Kota Banjarmasin Habib Ali Khaidir Al Kaff di Sekretariay Bersama MUI Banjarmasin, Sabtu (19/7).

Untuk merealisasikan hal itu, kata Habib Ali sapaan akrabnya, MUI Kota Banjarmasin melalui Komisi Dakwah dan Pemberdayaan Umat menggelar pelatihan penguatan kreteria dan etika berdakwah kepada dai dan daiyah serta ustadz dan ustadzah se-Kota Banjarmasin.

“Apresiasi antusias dai dan daiyah serta ustadz dan ustadzah mengikuti kegiatan ini cukup tinggi. Mari kita belajar bersama, agar dakwah kita tidak hanya memberikan kebaikan bagi umat, tapi menjaga toleransi dan ketentraman,” ujarnya.

Habib Ali menyampaikan pentingnya pendakwah mengambil sikap wasathiyyah atau mengambil jalan tengah dan berkeseimbangan (tawazun), serta lurus dan tegas dalam menyampaikan pesan agama ke masyarakat.

“Menjaga etika dan toleransi serta egaliter (bersifat sama atau sederajat), mengedepankan musyawarah, berjiwa reformasi, mengedepankan dinamis dan keberagaman,” ujarnya.

Dia pun juga menyatakan para pendakwah agar isi dakwahnya mengajak umat untuk selalu meneladani Rasulullah Saw.

Begitu juga dia mengajak para pendakwah mendukung program pemerintah daerah yang intinya untuk kemaslahatan umat.

“Gunakanlah bahasa-bahasa atau kalimat-kalimat yang baik dan adem, tidak provokasi yang negatif, tidak menyinggung orang, tapi yang mempersatukan umat,” ujarnya.

Habib Ali Khaidir menyampaikan, bahwa MUI penting menyampaikan ini karena di Kota Banjarmasin dikenal kota religi, kotanya para pendakwah dan ustadz dan ustadzah.

“Ada kurang lebih 500 pendakwah di kota ini, belum lagi ditambah ustadz dan ustadzah yang mengajar tempat-tempat pendidikan Al-Quran, itu ribuan, kita harapkan kegiatan ini makin memperkuat kualitas mereka dalam berdakwah,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Banjarmasin, Dr. Machli Riyadi SH menyampaikan apresiasi atas kegiatan MUI Kota Banjarmasin tersebut yang dinilainya sangat penting untuk membentuk pendakwah di kota ini lebih berkualitas dalam menyampaikan misi agama ke umat.

“Kegiatan sangat bagus sekali, mungkin banyak pendakwah di luar sana perlu diingatkan kembali oleh MUI,” ujarnya.

Dia juga berharap, para pendakwah membantu pemerintah kota dalam mensosialisasikan kebijakan pemerintah, diantaranya terkait penanganan sampah dan lainnya.

Sebab Kota Banjarmasin, ungkap dia, saat ini sedang darurat sampah, hingga peran masyarakat penting ikut berpartisipasi dalam mengelola sampah sejak dari rumah tangganya.

“Kita harapkan dalam setiap dakwah, ada disinggung pesan-pesan untuk kebersihan lingkungan ini,” ujarnya.

Demikian juga, kata Machli Riyadi, terkait adanya peraturan daerah tentang fasilitasi penyelenggaraan mediasi atau rumah mediasi.

Menurut dia, Perda ini sebagai upaya untuk mendamaikan masyarakat yang berkonflik tidak perlu harus dibawa ke ranah hukum pidana.

“Peran pendakwah atau ulama di kota ini diharapkan bisa menjadi penengah dalam masalah di tengah masyarakat seperti ini,” ujarnya.

Menurut dia, peran ulama di kota ini sangat sentral, sebab Kota Banjarmasin merupakan kota religius.

“Pemkot Banjarmasin selalu berharap didukung dan dibersamai MUI untuk mewujudkan Banjarmasin maju sejahtera bersama Wali Kota H Muhammad Yamin HR dan Wakilnya Hj Ananda,” tutupnya.

(MMO/ABD)